Oleh :Samsir Muhammad

Semua yang dikemukakan dalam buku Demokrasi tanpa Kaum Demokrat bisa kita sepakati sejauh mengenai masyarakat kita: bagaimana bangsa ini diperlakukan oleh penguasanya sendiri. Saya sendiri misalnya saja dalam satu hal lebih suka menyebut bukan pemerintah, tapi penyelenggara negara. Dulu, ketika para pendahulu melawan penjajahan kolonial, pemerintah Belanda menyebut dirinya Nederlands Indische Regeering (pemerintah). Setelah kita merdeka, nama itu kita pakai terus. Saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh, apakah itu berpengaruh sehingga merasa berkuasa: siapa yang tidak patuh diperlakukan kasar.

Contoh yang saya alami di tahun 1946, ketika perjanjian Linggarjati ditandatangani—arsiteknya adalah Sjahrir—gerombolan di mana saya tergabung menolak dengan alasan setia kepada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Silahkan baca perjanjian itu, nilai sendiri: apakah itu menguntungkan Belanda atau menguntungkan kita. Akibatnya saya menjadi buronan pemerintah republik ketika itu. Ada juga teman saya yang tembus peluru republik waktu itu. Jadi, pemerintah kita sejak awal tidak memperbolehkan perbedaan, harus menurut saja. Kalau meminjam alat analisis kawan-kawan merah (komunis) dulu—analisis kelas—memang pemerintah kita itu turunan feodal semua. Tapi, saya tidak berpikir seperti itu. Kalau itu jelas salah, wong Frederick Engels itu anaknya tuan pabrik, kapitalis. Marx itu anaknya rahib Yahudi. Baca entri selengkapnya »

oleh :Joshua Maliogha

Cogito Ergo Sum atau “Aku berpikir maka Aku ada”, ialah konsepsi filsafat yang lahir dari pemikiran muthakir Descartes seorang filsuf Prancis pada tahun 1619. Konsepsi Cogito Ergo Sum bagi Simon Petrus L. Tjahjadi (tuhan para filsuf dan ilmuwan: dari Descartes sampai Whitehead, 2007) dipahami sebagai “Aku bereksistensi.” Konsepsi ini sendiri bukanlah lahir dari sebuah bentuk silogistis tetapi lebih merupakan destinasi dari kesadaran berpikir Descartes. Kenyataan bahwa manusia ada, segala sesuatu nyata ialah bahwa manusia berpikir. Berpikir yang bermula dari manusia bertanya, suatu yang pasti terjadi ialah manusia bertanya dan manusia ragu. Jika manusia tidak bertanya dan ragu maka dia tidak mungkin berpikir, implikasinya manusia tidak ada.

Di ajukanya konsep “manusia ragu/bertanya” sangat kental dengan setiap sendi pengetahuan. Bila anda tidak pernah bertanya, dari manakah anda tahu “siapa anda”, “mengapa anda hidup”, ini membuktikan setiap jawaban dan pernyataan lahir dari pertanyaan. Bahkan kemunculan dan partisipasi Tuhan dalam kehidupan manusia pun berawal dari kesadaran sebuah pertanyaan “mengapa aku ada?’, “dari mana alam berasal?”, ’siapa pencipta semua ini?”. Baca entri selengkapnya »

Bisakah Kita Bermoral Tanpa Tuhan?

Posted: Desember 5, 2011 in Opini

oleh :D ina Vygotsky

Tulisan ini diawali dari pertanyaan Apakah Tujuan Hidupmu?

dan inilah respon yang diberikan:
We should live with this awareness that, “I am here to add value to people. I am here to help them succeed.” Don’t go around always thinking, “I wonder what that person can do for me. I wonder what they have to offer.” No, we should have the attitude, “What can I do for them? …How can I help them come up higher? Can I teach t…hem something I know? Can I connect them with someone who can help them?” Don’t make the mistake of going through life ingrown. Instead, be a dream releaser. Use your talent, your influence and your experience, not just to accomplish your goals, but help release a dream in someone else.

Remember, there is nothing more rewarding than to lay down at night knowing that you helped someone else become better. You not only fulfilled your purpose for that day, you did your best. It may have just been a two-minute phone call where you encouraged someone; but when you live as a dream releaser, you’ll see your own dreams come alive. Baca entri selengkapnya »

oleh: Mochamad Syafei

Kalau Anda ingin menjadi penulis cerita, buanglah semua buku panduan yang pernah Anda beli, baik buku yang dibeli di toko buku atau yang beli di toko loakan. Buang! Jangan ada yang disimpan. Karena buku-buku itu telah menjadi racun. Dan tentu saja menjadi tembok pengahalang terbesar bagi Anda untuk menjadi penulis besar.

Pada saat Anda baru mulai berkeinginan menulis cerita, pasti pesan berikut akan Anda dengan dari orang pinter, setengah pinter, atau sok pinter. “Kalau Anda ingin belajar menulis cerita, belilah buku panduan tentang penulisan cerita yang baik. Buku-buku seperti ini banyak tersedia di toko buku.”

Buku-buku pandungan itu tentu sangat bermanfaat. Bermanfaat untuk dibaca. Tapi sama sekali tak bermanfaat bagi Anda jika Anda ingin menjadi penulis cerita. Apalagi kalau Anda ingin menjadi penulis cerita hebat. Ingin mendapat hadiah nobel, misalnya.

Nasihat ayau petuah seperti di awal tulisan ini yang benar sebagai jalan menuju penulis besar. Ya, buanglah semua buku panduan penulisan cerita. Bukan hanya itu, lupakan semua teorinya.

Kenapa?

Karena buku panduan itu lahir dari karya yang sudah ada. Dari karya besar. Tapi karya besar pada zamannya. Tak ada karya besar yang mampu melintasi segala zaman. Jadi, buku itu memuat sesuatu yang sudah basi. Memuat teori yang tak perlu diikuti. Kecuali Anda hanya ingin jadi pengekor.

Seorang pionir adalah mereka yang mampu menembus zaman. Bukan mereka yang mengikuti zaman. Apalagi kalau hanya mengikuti arus belaka. Pionir harus mampu membabat hutan menerobos gelap dan memberi terang pada mereka yang ada di belakang. Pionir bukan mereka yang berleha-leha menikmati jalan yang sudah lapang.

Penulis besar juga bukan penulis yang tunduk pada teori, pada aturan. Penulis besar justru mereka yang mampu melanggar teori karena telah membentuk teori baru. Maka langgarlah semua aturan! Langgarlah semua teori! Buanglah semua buku.

Penulis besar akan mampu melahirkan buku baru. Teori baru. Aturan baru.

Masihkah Anda menyimpan buku-buku itu? Maka segeralah ambil! Terus buang! Sejauh mungkin! Lupakan isinya!

Sekarang Anda sudah menjadi penulis besar. Percayalah! Yang penting Anda mulai menulis dan jangan melamun di depan komputer!


Kebenaran adalah tujuan sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tentang pertentangan sosial yang kerap sering kali terjadi. Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk dapat dijadikan tolak ukur kebenaran itu sendiri. Manusia terkadang melakukan pembenaran dari kesalahan yang ada demi suatu posisi aman dalam menjalankan kepentingannya. Baca entri selengkapnya »

Membangun Kesadaran Politik Remaja

Posted: Juli 23, 2011 in Opini

Sejak kejatuhan rezim orde baru tiga belas tahun lalu, masyarakat Indonesia memasuki fase baru di setiap sendi kehidupannya. Salah satu kemajuan yang diraih adalah berkembangnya alam demokrasi yang dulu acap kali di ucapkan di bibir saja, dalam prakteknya nol besar. Bukti bahwa negara kita menjadi sangat demokratis dapat kita rasakan dengan semakin banyaknya partai politik berdiri. Kalau pada era orde baru berkuasa hanya ada tiga partai, maka setelah memasuki fase reformasi tiga belas tahun lamanya lebih dari 50 partai politik berdiri di Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Seperti Kopi yang Sarat Filosofi

Posted: Juli 23, 2011 in Opini

Efek kopi tidak pernah mati selalu memberikan inspirasi walau bukan sebagai penikmat kopi. Ada filosifi dalam segelas kopi. Warna yang pekat penuh keakraban dan juga mengakrabkan. Tidak ada orang yang tidak mengenal kopi. Sangat akrab dengan semua orang tidak memandang tataran sosial. Seolah kopi itu label kebersamaan. Kopi mengahadirkan keakraban, mendekatkan ide, menjauhkan penyakit. Baca entri selengkapnya »

Mengganti Generasi!!

Posted: Juli 16, 2011 in Opini

Dalam panggung politik amburadul yang dipertontonkan di dua tahun terakhir ini, tak ubahnya panggung kontes orang-orang yang rakus dan haus kekuasaan dengan mengenakan simbol-simbol demokrasi, hak azasi, hukum, moral dan agama. Sebuah opera sabun dengan ongkos amat mahal, yang awalnya lucu, tetapi lama-lama menjadi memalukan dan menjijikkan untuk ditonton.

“Dunia politik penuh dengan intrik .. Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah ..Rakyat nonton jadi supporter .. Kasih semangat jagoannya .. Walau tau jagoannya ngibul.. Walau tau dapur nggak ngebul .. Dunia politik dunia bintang .. Dunia hura hura para binatang.. Berjoget dengan asik .. Dunia politik punya hukum sendiri .. Colong sana colong sini atau colong colongan.. Seperti orang nyolong mangga.. Kalau nggak nyolong nggak asik … Dunia politik dunia bintang … Dunia pesta pora para binatang” begitulah sebagian lirik lagu Asik Nggak Asik Iwan Fals, menyikapi carut-marut kondisi sosial politik saat ini. Baca entri selengkapnya »

Penulis : Ary Cahya Utomo dari berbagai sumber

Satu-satunya penulis Indonesia yang pernah berkali-kali menjadi kandidat pemenang Nobel Sastra. Seorang penulis yang begitu dihargai di luar negeri namun justru dianiaya oleh pemerintah di negerinya sendiri. Itulah Pramoedya Ananta Toer (biasa disebut Pram saja) . Apa saja yang bisa kita pelajari dari kehidupan sastrawan yang karyanya, kata banyak orang, adalah ‘bacaan wajib’ bagi setiap orang Indonesia yang ingin menjadi penulis ini? Simak saja beberapa hal berikut: Baca entri selengkapnya »

MATA RAKYAT SUDAH MERAH TAPI MASIH TAJAM

Semakin berpunya ternnyata semakin bertingkah, itulah pas buat DARWANTO seorang KASI SARANA DAN PRASARANA DINDIKPORA BLORA, YANG TELAH DIGROPYOK WARGA PERUMNAS BLORA di Jl. Nuri hari rabu tgl 25 Mei malam 2011, siapakah dia sebenarnya???!!!! awalnya DARWANTO hanyalah seorang guru biasa yang tak punya prestasi apa-apa di dunia Pendidikan bahkan apabila masyarakat menilai dia tak lebih hanyalah seorang makelar yang nasibnya bisa berkata lain menjadi seorang Kepala Sekolah di SD Gadon, yang pada dasarnya dengan segala upaya melakukan pendekatan ke pucuk pimpinan daerah/Bupati waktu itu Yudi Sancoyo untuk dapat diangkat sebagai Kepala sekolah, namun sekali lagi prestasipun tidak pernah nampak dari seorang darwanto walau sebagai searang Kepala sekolah, akan tetapi berkali-kali nasib telah memayunginya dengan menjilat atasan sehingga di mutasikan ke SD Sentral Cepu (SD Negeri III CEPU ) inilah bukti bahwa kebobrokan telah dibangun di dunia pendidikan Blora, mengapa harus mengangkat seorang DARWANTO ke SD yang dianggap favorit di Cepu padahal kemampuannya tidak ada apa-apanya (hanya pintar ngatok pada atasan), namun………… mengapa seorang DARWANTO malah bisa nangkring menjabat sebagai KASI SARANA DAN PRASARANA DI DINDIKPORA BLORA, ada apa di balik ini semua??!!!! Baca entri selengkapnya »

Disatu sisi misi yang digemborkan seolah membakar semangat, penuh harapan atas perubahan, tetapi ambisi yang sudah berjalan hampir satu tahun pemerintahan KOLBU di Blora tak sedikitpun ada geliat aksi untuk bangkit apalagi melangkah menapak kemajuan. Apa yang dapat kita lihat sekarang??? Blora tak bangkit dari kebobrokannya, Blora tak bangun dari tidur nyenyak sang pemimpi penuh korupsi, Blora masih terkekang oleh ikatan tali mental busuk para pejabat. Kini keperkasaan atas kekuasaan para pejabat, malah menjadi jaminan kekuatan yang tak bisa terbantahkan apalagi sekarang tampak jelas kekuatan Legislatif (DPRD “Ketua”) dan kekuasaan eksekutif “Bupati Pak Koko” yang mestinya melekat Blora, semakin parah disegala lini, justru malah sibuk memeras otak keras dan keringat untuk menumpuk dan mengais hasil korupsi, dengan mengatasnamakan Perda, Kebijakan, dan segala aturan daerah yang semrawut. Yang ujung-ujungnya melindungi diri dari membangun pilar-pilar dan kroni-kroni pejabat yang di pimpinnya Baca entri selengkapnya »


1. Mahalnya biaya pendidikan.
Tindakan yang harus dilaksanakan :
- Menaikkan anggaran pendidikan
- Membebaskan biaya pendidikan dasar
- Meningkatkan subsidi untuk pendidikan menegah dan tinggi
- Menghapuskan segala ‘pungutan’ di sekolah yang tidak ada korelasi dengan peningkatan mutu pendidikan

2. Korupsi dana pendidikan
Tindakan yang harus dilaksanakan :
- Mempublikasikan dan mempertanggungjawabkan/melaporkan kebijakan dan proyek di Depdiknas, dinas-dinas pendidikan, dan sekolah kepada masyarakat melalui media massa.
- Menindak tegas penyelenggara pendidikan/birokrasi yang melakukan korupsi dana pendidikan, dari tingkat Depdiknas, dinas-dinas pendidikan, sampai di sekolah/satuan pendidikan.
- Membuat sistem pemilihan kepala sekolah secara langsung, objektif, dan transparan. Baca entri selengkapnya »

Sesakti-saktinya seseorang dan sekebal-kebalnya seseorang ternyata ada batasnya terbukti pada hari Rabu, 25 Mei 2011 malam DARWANTO yang notabenya seorang pejabat Kasi Sarana dan prasarana DINDIKPORA KABUPATEN BLORA telah melakukan perselingkuhan dengan stafnya yang bernama Siti Aisyah seorang janda, buktinya pada malam tanggal 25 Mei 2011 Dia telah di gropyok oleh warga Perumnas Blora, dijalan Nuri.

Apapun juga alasan untuk berkelit dari sangsi sosial sudah tidak ada bahkan warga perumnas siap menjadi saksi dari kejadian tersebut.

sumber : ***** Warga Perumnas Blora, Jl. Nuri

Sesakti-saktinya seseorang dan sekebal-kebalnya seseorang ternyata ada batasnya terbukti pada hari Rabu, 25 Mei 2011 malam DARWANTO yang notabenya seorang pejabat Kasi Sarana dan prasarana DINDIKPORA KABUPATEN BLORA telah melakukan perselingkuhan dengan stafnya yang bernama Siti Aisyah seorang janda, buktinya pada malam tanggal 25 Mei 2011 Dia telah di gropyok oleh warga Perumnas Blora, dijalan Nuri.

Apapun juga alasan untuk berkelit dari sangsi sosial sudah tidak ada bahkan warga perumnas siap menjadi saksi dari kejadian tersebut.

sumber : ***** Warga Perumnas Blora, Jl. Nuri

Epistemologi Islam Jawa

Posted: Januari 5, 2011 in Agama

Oleh Irwan Masduqi

Dalam rangka menangkal pengkafiran itu, Sunan Panggung menjelaskan bahwa sufisme yang ia anut tidak menentang syarengat tetapi justru memperdalam penghayatan dalam beragama. Sunan Panggung berkata, “Kang wus tumeka ing rasa jati, sembahyangipun tan mawas nalika, luwir banyu mili jatine…pujine lumintu, rahina wengi tan pegat. Puji iku rahina wengi sireki. Akeh dadi berholo”. Artinya, “Orang yang sudah sampai rasa jati (haqiqat), sembahyangnya tak melihat waktu, sejatinya seperti air mengalir; berdoa selalu siang malam tanpa henti. Memuji itu siang malam. Banyak yang jadi berhala”. Bagi Sunan Panggung, shalat yang merupakan representasi syarengat merupakan ritual yang penting namun seharusnya tak terbatasi oleh lima waktu saja. Allah harus senantiasa diingat di dalam hati setiap saat dan di mana pun. Baca entri selengkapnya »