Disatu sisi misi yang digemborkan seolah membakar semangat, penuh harapan atas perubahan, tetapi ambisi yang sudah berjalan hampir satu tahun pemerintahan KOLBU di Blora tak sedikitpun ada geliat aksi untuk bangkit apalagi melangkah menapak kemajuan. Apa yang dapat kita lihat sekarang??? Blora tak bangkit dari kebobrokannya, Blora tak bangun dari tidur nyenyak sang pemimpi penuh korupsi, Blora masih terkekang oleh ikatan tali mental busuk para pejabat. Kini keperkasaan atas kekuasaan para pejabat, malah menjadi jaminan kekuatan yang tak bisa terbantahkan apalagi sekarang tampak jelas kekuatan Legislatif (DPRD “Ketua”) dan kekuasaan eksekutif “Bupati Pak Koko” yang mestinya melekat Blora, semakin parah disegala lini, justru malah sibuk memeras otak keras dan keringat untuk menumpuk dan mengais hasil korupsi, dengan mengatasnamakan Perda, Kebijakan, dan segala aturan daerah yang semrawut. Yang ujung-ujungnya melindungi diri dari membangun pilar-pilar dan kroni-kroni pejabat yang di pimpinnya
Yang terhormat ketua dewan apa kerjamu?????? hanya banyak cakap tak perduli rakyat!!! yang mestinya kubanggakan…!!

Bp. Kokok Bupati Blora? MANA TARINGMU ???!!!!
LARAS PANJANG senapanmu yang dulu garang meledak tapi kini terbungkam oleh kentut busuk Darwanto! Jiwa militermu yang perkasa dan berwibawa, haruskah menjadi Onngokan daging busuk pemerintahan Blora???!!!!

Apakah jiwa Bocah CEPUmu harus terinjak dan terdepak oleh tikus-tikusdan pencoleng-pencoleng seperti Kusnanto, Darwanto, Kadarusman????
Ingat dan teladanilah Kakamu Alm. Basuki Widodo, dulu seorang pemikir, pekerja dan tangguh pada prinsip dan pendirian.
Kami rakyat blorasemakin yakin, bahwa apa yang terjadi pada pemerintahan di Blora sekarang tak ubahnya pancaran mustika diatas kepala Bupati dan Ketua DPRD yang penuh dengan lumuran NANAH rakyat yang telah menjadi tumbal kekuasaan. Siapa yang tak kecewa???ternyata BUpatiku tak cakap dalam menangani kasus-kasus yang ada, sudah tidak menjadi rahasia lagi, seorang Darwanto yang Notabenya KASI SARANA DAN PRASARANA DINDIKPORA BLORA, yang telah nyata berbuat diluar norma susila dengan bawahannya, terbukti dengan peristiwa penggropyokkan oleh warga di perumnas Blora. Tidak ada tindakan apapun dari atasan atau pejabat yang berwenang menangani kasus itu, Sehebat apa seorang Darwanto???!!!! bisa bebas dari segala sangsi diatas tindakan yang memalukan dan mencoreng Institusi Pendidikan di Blora.

Apakah seorang darwanto seorang figur atau tokoh sentral yang dapat mensuplay kesejahteraan sang Bupati dan yang terhormat ketua Dewan????!!! kalau memang benar apakah ini sebuah KONSPIRASI HITAM KELAM LEMBARAN PEMERINTAHAN di Blora?????!!!!!
Yang Lebih tragis dan perlu dicermati diluar lingkup pemerintahan Bupati Joko Nugroho adalah peran sentral seorang kadarusman (kakak Bupati). Orang awam pun sering bertanya “Sebetulnya yang mejadi Bupati Blora Bp. Joko Nugroho Atau Bp. Kadarusman???!!” sang mantan anggota legislatif yang bisanya hanya tidur diruang sidang, sekarang harus mengendalikan pemerintahan di balik layar.
Dari sekian banyak proyek yang ada Bp. Kadarusman berkolaborasi dengan Kuswanto dan Darwanto mengendalikan dan menguasai proyek-proyek strategis yang ada di blora, sebagai PENGATUR, PELOBI, dan PENJILAT.
PAK BUPATI PEDOMU SUDAH NDAK NIPET WIDODO!!!






semua bisa dilhat sedari awal
orang yang begitu bersemangat mencapai kekuasaan maka ia akan meraih tampuk pemerintahan dengan maksud memerintah bukan membina……….
JAMAN BERGERAK, melawanlah………………
Ayo broo…, tetap berjuang terus mengkritisi pemerintahan di Blora, demi kemajuan blora…..
Semoga, Pak Bupati Blora segera sadar dengan semuanya…..saya sebagi orang doplang blora yang masih seketurunan dengan kang mas Joko mendoakan agar blora menjadi semakin baik kedepan. Berjuang….!!!!
…..SETELAH DULU IKAN ASIN BUSUK ENGKAU BAGIKAN KEPADA RAKYAT YANG RELA UNTUK MENDUKUNGMU……………………….APAKAH INI [ DARI BAPAK MENJABAT SEMAKIN SUBUR DI KABUPATEN YANG SEBENARNYA KAYA, INI KKN DI SEGALA PENJURU TERUTAMA DARI DINAS YANG DIBAWAH NAUNGANMU... ], BALASANNYA SETELAH MENJABAT SEBAGAI PENGUASA RAKYAT BLORA WAHAI PAK KOLBU……BERCERMINLAH PAK BUPATI KEPADA KAKAKMU ALMARHUM BAPAK BASUKI WIDODO YANG PRO RAKYAT…..TAMAN KOTA YANG DULUNYA RAKYAT BISA MEMANFAATKANNYA DENGAN GRATIS,KENAPA SEKARANG PENGELOLAANNYA ENGKAU SWASTANISASIKAN HINGGA RAKYATMU HARUS MEMBAYAR….[APAKAH INI YANG ENGKAU MAKSUD PERUBAHAN]……
ketika romantisme perselingkuhan politik dan dan bisnis semakin mesra…makan jalan apapun yang ditempuh akan selalau tersa halal sedang rakyat ngiseng aja gak punya tempat……selamat pak KOKO anda telah semakin berhasil menghancurkan rakayat blora….
serdadu kok jadi politikus….ya gini jadinya…..ajiuuuur lek………
kwkwkwk……………
padahal admin KOLOM KIRI dulu juga tim sukses kolbu….. hayo ngaku…..
endi jare dalan ndeso HOTMIX….. HOTDARWANTO wae ga kurusan….
sangat kecewa dan sungguh mengecewakan…..!!!!
jaman akhir akeh pejabat kang podo dilaknat rakyat.
Opo tumon wakil rakyat yang tidak kenal rakyat,
tega hidup mewah di tengah kemiskinan rakyat yang diwakili
Saya sangat kecewa dgn p bupati..saya kira teman2 wiyata bakti sekab blora sependapat dgn saya .kita yg sudah mengabdi lebih dari 15 tahun tidak di hargai..bahkan kita akan disingkirkan ..buktinya bupati mulai memasukan orang2nya sbgai honorer di kantor2..dgn gaji daerah. sedang kita tidak diakui…di mana rasa kemanusianya pada kita yang sudah mengabdi 15 tahun lebih ..bupati yg ini lebih masih bagusan bupati yg dulu..bupati yg ini pembohong..