Ingin Menulis Cerita yang Bagus? Langgarlah Semua Aturan!

Posted: Oktober 9, 2011 in Opini

oleh: Mochamad Syafei

Kalau Anda ingin menjadi penulis cerita, buanglah semua buku panduan yang pernah Anda beli, baik buku yang dibeli di toko buku atau yang beli di toko loakan. Buang! Jangan ada yang disimpan. Karena buku-buku itu telah menjadi racun. Dan tentu saja menjadi tembok pengahalang terbesar bagi Anda untuk menjadi penulis besar.

Pada saat Anda baru mulai berkeinginan menulis cerita, pasti pesan berikut akan Anda dengan dari orang pinter, setengah pinter, atau sok pinter. “Kalau Anda ingin belajar menulis cerita, belilah buku panduan tentang penulisan cerita yang baik. Buku-buku seperti ini banyak tersedia di toko buku.”

Buku-buku pandungan itu tentu sangat bermanfaat. Bermanfaat untuk dibaca. Tapi sama sekali tak bermanfaat bagi Anda jika Anda ingin menjadi penulis cerita. Apalagi kalau Anda ingin menjadi penulis cerita hebat. Ingin mendapat hadiah nobel, misalnya.

Nasihat ayau petuah seperti di awal tulisan ini yang benar sebagai jalan menuju penulis besar. Ya, buanglah semua buku panduan penulisan cerita. Bukan hanya itu, lupakan semua teorinya.

Kenapa?

Karena buku panduan itu lahir dari karya yang sudah ada. Dari karya besar. Tapi karya besar pada zamannya. Tak ada karya besar yang mampu melintasi segala zaman. Jadi, buku itu memuat sesuatu yang sudah basi. Memuat teori yang tak perlu diikuti. Kecuali Anda hanya ingin jadi pengekor.

Seorang pionir adalah mereka yang mampu menembus zaman. Bukan mereka yang mengikuti zaman. Apalagi kalau hanya mengikuti arus belaka. Pionir harus mampu membabat hutan menerobos gelap dan memberi terang pada mereka yang ada di belakang. Pionir bukan mereka yang berleha-leha menikmati jalan yang sudah lapang.

Penulis besar juga bukan penulis yang tunduk pada teori, pada aturan. Penulis besar justru mereka yang mampu melanggar teori karena telah membentuk teori baru. Maka langgarlah semua aturan! Langgarlah semua teori! Buanglah semua buku.

Penulis besar akan mampu melahirkan buku baru. Teori baru. Aturan baru.

Masihkah Anda menyimpan buku-buku itu? Maka segeralah ambil! Terus buang! Sejauh mungkin! Lupakan isinya!

Sekarang Anda sudah menjadi penulis besar. Percayalah! Yang penting Anda mulai menulis dan jangan melamun di depan komputer!

Komentar
  1. Abed Saragih mengatakan:

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

  2. winant mengatakan:

    perlu dicoba nih…………..

    • kolomkiri mengatakan:

      ayo mas gek ndang di buat……

  3. shantimaulani mengatakan:

    sepakat untuk lebih orisinil dalam berkarya (menulis), tapi buku masih perlu kok.. plagiarisme-nya saja yang dihilangkan. kalau Anda mengatakan : “Buanglah semua buku!” saya kira tak harus seperti itu. :-)

    • kolomkiri mengatakan:

      betul sekali mbak @shantimaulani,,, memang kita perlu buku untuk paduan,,,,namun jika hanya sekedar buku maka pengetahuan kita hanya sebatas kotak2 seperti buku :)

      terima kasih telah berkunjung di blog saya…..salam berbagi…salam damai…salam kenal…

  4. Chandra B. mengatakan:

    saya pernah denger/baca sebuah nasehat. tapi lupa dari siapa. kira-kira nasehatnya, pelajarilah sedalam-dalamnya, lalu lupakan. mungkin untuk mengeluarkan ilmu yang kita pelajari dalam praktek akan lebih maksimal ketika kita mengkondisikan diri dalam pekerjaan, tidak hanya berkutat pada teori.
    salam kenal, kolomkiri.

    • kolomkiri mengatakan:

      ketika saya mencoba memahami apa yg dikatakan @Chandra B. bahwa memang betul sekali pengetahuan yang berasal dari buku memang harus di pelajari,,,tp mungkin hanya sedikit yang bisa keita petik dan kita tahu semua itu bisa terbentur oleh realitas…..lantas harus bagaimanakah kita?

      mengkondisikan diri dengan lapangan bukan mengkondisikan diri dengan buku yang berwujud kotak-kotak……

      salam kenal juga Chandra….salam berbagi…….

  5. nairah mengatakan:

    saya ingin menjdi pnulis bsar tpi sya ragu2 dngan tips ini

    • kolomkiri mengatakan:

      keberhasilan itu awalnya dari keragu – raguan ,,,,:)

  6. djelantik made oka mengatakan:

    saya suka menulis tetapi tidak pernah baca buku panduan menulis mungkin tidak ada yang baca tulisan saya.

    • kolomkiri mengatakan:

      paling tidak anda bisa membaca tulisan anda sendiri dan mengkritisi sendiri,,,, memang sih terasa kurang adil…… :)

  7. aci mengatakan:

    mungkin bukan masalah plagiatnya, tapi buat saya sudah sewajarnya jika seseorang terinspirasi dari seorang penulis terdahulunya. wajar juga kalau sedikit ada yg mirip, ya asal kita tetap nulis dgn cara sendiri. tapi ya saya juga ngga bisa untuk “membuang semua buku”. karena ada yg bilang, jika ingin bisa menulis, rajinlah membaca buku.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s