GENERASI AYAM KAMPUNG


Melihat realitas yang terjadi dimasyarakat saat ini kita dihadapkan pada suguhan dimana kaum muda terjebak dalam pola pikir yang sangat moderen sehingga tanpa tidak sadar meninggalkan kesan adanya program pengikisan budaya yang tanpa kita sadari akan merusak moral dan tingkah laku kepribadian lingkugan kita yang sangat luhur, terlalu naïf untuk mengatakan bahwa kita hidup dijaman moderen, kita harus mengikuti peradaban baru yang disuguhkan pada anak-anak muda melalui gaya hidup mewah yang disodorkan pada kita untuk melangsungkan kehidupan yang lebih baik.

Gaya hidup yang kami maksud disini adalah pemahaman terhadap budaya luar yang mengkibatkan hancurnya moralitas kaum muda yang terkesan sangat tajam dan meningkat dari tahun ke tahun sehingga dapat membahayakan generasi penerus yang akan menggantikan orang-orang tua kita, yang mana hal itu sangat penting agar kita tidak terancam oleh gerbong lokomotif globalisasi yang senantiasa angkuh menggilas sedikit demi sedikit kaum muda di lingkungan kita dan kaum muda Indonesia pada umumnya.

Banyak contoh kasus dimana anak muda di era reformasi ini lepas kendali atas dirinya sendiri, disini saya menggambarkan adanya tingkah laku dan sikap pembangkangan terhadap institusi moral kita yang arif ini. Adanya kecendrungan anak muda melakukan hal-hal yang tabu dalam kehidupan sehari-hari mereka, mulai sex bebas, minum-minuman keras, sampai bentuk-bentuk perjudian yang tidak dapat tersentuh oleh aparat kita. Demonstrasi mahasiswa yang akhir-akhir ini terjadi di Makasar juga merupakan contoh dimana substansi perjuang demonstrasi mereka tak lebih dari sebuah pertunjukan pencak silat masa kini, demonstrasi sudah lepas dari hakikat yang mereka perjuangkan.

Mahasiswa yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat kita sekarang sudah tidak menggambarkan kaum intelektual dan tidak menonjolkan sikap akademis mereka, bahkan mereka lebih suka melempar batu, melempar bom Molotov, adu pukul dll. Namun kami juga sayangkan tindakan aparat kita yang juga bersikap agresif dan kasar tanpa mengindahkan etika yang seharusnya dilakukan aparat.

Kami khawatir serangan moderenitas yang sekarang sudah mulai gencar merupakan grand desain yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk menguatkan eksistensi mereka dalam hal untuk membentuk pola pikir anak muda agar selalu keluar dari akar budaya mereka, kami juga khawatir bahwa moderenitas sekarang ini adalah jejalan nafsu yang dipaksakan dari saat ke saat.

Kekhawatiran ini sangat mendasar karena bukan tak mungkin penghancuran moral oleh klompok tertentu akan menuju puncak eksistensinya jika kita tidak sadar mulai dari sekarang maka kita tingggal menunggu kehancurannya saja. Maka dari itu marilah kita kaum muda untuk duduk melingkar menambal perahu yang sudah retak ini, situasi yang kita alami sekarang ini adalah situasi gelap, situasi dimana yang berlaku dalah nafsu moderenitas dimana kesadaran tidak merasuk kedalam ubun-ubun anak muda, bahkan ditutupi oleh hawa nafsu mereka.

Generasi kita adalah generasi ayam kampung generasi yang mudah tersenyum namun juga generasi yang mudah marah.

Yang percaya silahkan, yang tidak percaya, monggo.

Iklan