Pena Untuk Merubah Peradaban


Jika terdapat pertanyaan mengapa saya menulis? Maka pertanyaan tersebut berusaha mencari tahu apakah tujuan dari menulis itu sendiri. Jika pertanyaan itu diajukan ke berbagai orang maka akan terdapat berbagai pendapat yang tergantung dari sudut pandangnya masing-masing. Namun secara pribadi penulis menyatakan bahwa secara umum manusia membuat tulisan dan menulis untuk membentuk peradaban manusia. Dalam peradaban akan terkait berbagai hal mulai dari nilai-nilai sosial, budaya dan pola pikir masyarakat. Seperti diketahui bahwa pembagian zaman peradaban manusia parameternya adalah tulisan, zaman pra sejarah yaitu zaman sebelum manusia mengenal tulisan dan zaman sejarah yaitu zaman setelah manusia mengenal tulisan.

Banyak orang menulis karena ingin mengajak orang yang membacanya agar sepikiran atau sepaham dengan penulisnya atau isi tulisannya, walaupun konteksnya akan berbeda bagi sebagian orang yang menulis hanya untuk menumpahkan beban psikologisnya dan tulisan tersebut tidak ingin dibaca oleh orang lain, contohnya adalah buku harian pribadi seseorang. Umumnya orang menulis dengan menumpahkan pemikirannya dan pemahamannnya terhadap sesuatu. Penggunaan kata-kata dan kalimat-kalimat beserta sistematikanya harus disesuaikan dengan kriteria pembaca yang hendak menjadi sasaran, selain itu tulisan akan sangat berpengaruh jika isinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dialami pembaca.

Pengaruh tulisan sangat besar sampai ia layak disebut sebagai pembentuk peradaban manusia. Sebagai contohnya adalah tulisan dalam Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Pada masa kekhalifahan Islam bahkan sampai sekarang (untuk beberapa bangsa dan daerah) tulisan tersebut telah menjadi sumber hukum Islam, budaya Islam, nilai-nilai Islam, dan pemerintahan Islam yang kesemuanya itu membentuk peradaban Islam.
Tulisan dalam kitab Injil telah membentuk peradaban Kristen di Eropa terutama semenjak Agama Kristen telah disahkan sebagai Agama Negara dari Kekaisaran Romawi Yang Suci (The Holly Roman Empire), sebelum berkembangnya paham sekularisme di Eropa, Injil telah menjadi pusat peradaban Eropa. Injil menjadi sumber nilai-nilai sosial dalam masyarakat Eropa, kesenian, dan ilmu pengetahuan. Banyak ilmu pengetahuan yang berkembang di biara-biara Kristen dan universitas-universitas pastoral. Musik sangat berkembang pesat karena ibadah Kristen menggunakan musik seperti diketahui musisi klasik terkenal seperti Mozart dan Beethoven memulai kariernya dengan membawakan dan membuat musik-musik Gerejawi.

Tulisan dapat membentuk pola pikir masyarakat yang akan membentuk peradaban suatu bangsa. Kita mungkin ingat bagaimana ketika tulisan-tulisan Karl Marx dalam buku The Communist Manifesto telah mengilhami bangsa Rusia (Uni Soviet) untuk menganut ideologi komunis dehingga terjadi perubahan besar-besaran pada masa itu. Bangsa Rusia yang sebelumnya sangat memegang nilai-nilai Kristen Ortodoks yang terlihat dari budaya bangsa dan sistem sosial serta sistem pemerintahan kemudian berubah menuju suatu peradaban baru yang disebut peradaban komunis, suatu peradaban yang selalu mengusung persamaan kelas sosial dan atheisme. Tulisan Karl Marx bahkan telah memotivasi Uni Soviet untuk menyebarkan komunis ke seluruh dunia (Internationale cummunittern), dan hal inilah yang menjadi penyebab perang dingin antara Soviet dengan Amerika Serikat yang mempengaruhi kemajuan peradaban manusia seperti adanya perlombaan teknologi ruang angkasa.Ketika Hitler di dalam penjara menulis karyanya yang berjudul Mein Kampf (perjuanganku) lalu banyak orang Jerman yang membacanya maka banyak orang Jerman yang menganut paham Hitler seperti politik rasisnya dan cita-citanya tentang dunia, di mana kemudian menjadi cita-cita Nazi Jerman pada saat itu yaitu “ein volks, ein reich, ein fuhrer” (satu bangsa, satu negara, satu pemimpin). Konsep hitler yang diamini oleh mayoritas bangsa Jerman telah memicu perang dunia ke-2 yang telah merubah peradaban manusia. Karena Hitler menginginkan dunia menjadi satu bangsa, satu negara dan diatur oleh satu pemimpin yaitu Hitler sendiri.

Berdasarkan uraian tersebut kita dapat melihat dan memahami bahwa demikian kuatnya pengaruh suatu tulisan sehingga ia dapat membentuk peradaban manusia dan mengubah dunia. Fakta-fakta di atas hanyalah sebagian kecil dari bukti kuatnya pengaruh tulisan terhadap peradaban dan perubahan dunia. Dampak suatu tulisan terhadap peradaban dan dinamika dunia bergantung dari keinginan penulis itu sendiri, oleh karena itu tulisan layaknya sebuah “senapan yang dapat digunakan oleh penjahat maupun aparat”. Itulah mengapa saya menulis karena saya tahu bahwa dengan menulis saya akan mengubah dunia.

Iklan