Citizen Journalism


ditulis oleh  daisyawondatu.wordpress.com>

Citizen Journalism, bagi beberapa orang adalah hal baru, tapi bagi beberapa orang yang lain menganggap ini adalah konsep yang sudah lama dikenal, namun baru sekarang gencar dilaksanakan. Dan, Senin 9 Oktober lalu, topik ini diangkat bahkan diangkat secara khusus oleh seseorang yang ahli dalam hal blogging, komunikasi, media,dan jurnalistik yaitu…. Wimar Witoelar. Di wawancara oleh MNC News, selama 30 menit Wimar Witoelar membahas mengenai hal ini. Sungguh seru sekali. Bagi yang tidak sempat menyaksikan, semoga lewat blog ini bisa lebih memahami apa itu Citizen Journalism Untuk artikel lain yang sejenis, juga dapat dilihat di Perspektif Online:

“Jangan Batasi Blog!”

Asal muasal citizen journalismDi USA tahun 2004, dilangsungkan pemilu untuk memilih Presiden Amerika. Dua calon, Bush dari Partai Republik dan Kerry dari Partai Demokrat bersaing ketat. Banyak masyarakat Amerika yang bosan dengan berita-berita yang disampaikan oleh koran-koran, karena koran-koran dikuasai oleh partai-partai tersebut. Akhirnya, dari mana orang bida memperoleh berita dengan perspektif yang berbeda? Dari Weblog.

Mungkin inilah contoh konkrit citizen journalism. Inti citizen journalism adalah masyarakat menjadi obyek sekaligus subyek berita. Dapat dikatakan bahwa citizen journalism ini lahir dari peradaban dan perkembangan teknologi. Sekarang, berita-berita hardcopy sudah mulai didampingi oleh internet, bahkan sekarang tiap orang bisa menjadi penulis. Hal ini bukan merupakan bentuk persaingan media, tapi justru merupakan perluasan media.

Ketika ada yang bertanya apakah berita yang dimuat di weblog ini lebih jujur: belum tentu. Akan tetapi yang menarik adalah, karena jumlah Koran besar itu sedikit, sedangkan blog banyak sekali, bahkan ribuan, orang jadi bisa memilih sendiri mana yang mereka sukai. Tidak perlu kuatir dengan berita-berita di blog, karena bagaimanapun juga, dengan adanya demokrasi, orang akan menjadi lebih jujur.

Perkembangan citizen journalism di
Indonesia masih belum lama. Yang mengawali mungkin adalah detik.com, yang menampilkan berita-berita segar dan tidak terkungkung. Akan tetapi situs ini dibuat oleh insitusi untuk banyak orang. Berbeda dengan blog, blog disiapkan oleh banyak orang untuk dibaca orang banyak pula. Bisa dibilang, keberadaan blog di Indoaensia saat ini sudah sangat banyak, salah satu blog terbaik adalah perspektif.net sebagaimana masuk dalam 10 blog terbaik pilihan Majalah Tempo.

WW memberikan analisanya bahwa blog ini akan booming dan meluas. Perpaduan antara fun dan hobby menjadikan blog semakin populer, selain itu di sini setiap orang bisa berpartisipasi di dalamnya. Contoh-contoh web 2.0 lain adalah seperti Friendster, Flickr, dimana lewat hal-hal itu kita bisa membangun jaringan social juga.

Berbicara tentang blog, banyak yang bilang bahwa tidak semua orang mungkin suka berbicara diblog. Bagi WW sederhana saja, sebenarnya semua orang ingin berbicara asalkan diberi kesempatan. Lewat adanya blohg, banyak ditemukan orang yang bisa menulis, banyak yang pemikirannya bagus. Jadi, potensi orang bisa terbuka jika ada medium yang tepat.

Etika dalam Citizern Journalism

Ditanya mengenai akuntabilitas berita di blog, bagaimana caranya mengatur supaya tidak ada SARA, pornografi, dll serta diperlukan atau tidak adanya aturan terhadap blog, dengan lugas WW memberikan argumennya, “Aturan itu diperlukan mengikuti gejalanya. Banyak orang bilang sedia payung sebelum hujan, tapi bagi saya ngapain bawa payung kalau tidak ada gejala mau hujan? Jadi, jangan batasi Blog.” Menurut WW, yang menjadi masalah sebenarnya adalah crime-nya, bukan mediumnya (blog). Pengaturan perilaku itu perlu, tapi jangan apriori, karena kalau segala sesuatunya diatur, orang malah tidak ada inisiatif. Sebagaimana kata WW, sebuah Blog yang baik itu memiliki fasilitas jawab dan melakukan fungsi moderator. Tidak perlu ada UU khusus yang mengatur blog seperti UU Pers begitu, karena WW yakin bagaimanapun Etika pribadi tiap-tiap orang itu jauh lebih kuat daripada berbagai macam UU.

Dikaitkan dengan masalah politik, di Indonesia blog yang bernuanasa politik secara kuantitas masih kecil, namun kualitasnya sangat bermutu. Sebaian besar blog di Indonesia isinya masih meruapakan masalah pribadi, hal ini wajar saja, karena blogger umumnya berusia 20-35 tahun. Hal ini bagus, karena dapat menunjukkan bagaimana dinamika masyarakat dan dapat menjelaskan juga bagaimana pemikiran masing-masing orang tentang banyak hal. Terkait dengan masalah politik, sebenarnya blog bisa juga dijadikan alat kampanye yang baik. Substansi sebuah kampanye bisa dimuat diblog. Kalau seseorang ingin berkampanye lewat media cetak mungkin space-nya bisa terbatas, tapi lewat blog, hal itu menjadi tidak terbatas.

Siapa yang diuntungkan?

Banyak orang yang merasa tidak bisa menggunakan blog, karena mereka merasa tidak akrab dengan IT.  Padahal, isi dari blog tidak adanya hubungannya dnegan IT. Setiap orang dapat menulis apapun. Inilah hal yang penting bagi masyarakat, bahwa mereka disajikan beragam piliham untuk dipiih. Di sini juga lah letak keindahan citizen journalism, semuanya dikembalikan pada masyarakat.

Kalau ditanya siapa secara politis siapa yang dapat keuntungan dari blog, maka keuntungan ini bisa kita kategorikan menjadi 3 hal: financial, sikap politis, dan keuntungan dari sisi negative. Untuk keuntungan financial mungkin agak sulit karena blog pada dasarnya tidak ada aspek komersil, akan tetapi keuntungan itu dalam bentuk lain yaitu publisitas. Kalau keuntungan dari sisi negative, maksudnya adalah orang-orang yang ingin mengacau, bisa saja melakukan hal tersbut.

Kadang-kadang ada orang yang menulis di blognya dan mengutip blog orang lain tanpa menyebut sumber kutipannya. Bagaimana seharusnya sikap terhadap hal seperti ini? Bagi WW di dalam blog ada “fair exchange”, kita bebas mengutip blog orang lain, dan orang lain bebas mengutip blog kita. Apabila tidak disebut, tidak masalah juga. Kalau nama kita disebut, ya itu keuntungan buat kita.

Lewat nge-blog, ayo kita berparisipasi menjadikan Citizen Journalism ini lebih hidup lagi

Iklan