Satu


Sadarkah kau disini aku menunggumu, dalam malam yang sunyi senyap aku sendiri memikirkan sesuatu yang tak kupahami, yang tak kumengerti. Hati ini bergejolak memandang keangkuhan malam. Hati ini menjerit ditengah sepi sunyi, sakit jika hal ini terus menggantung tak jelas! lebih baik kau ungkapkan saja dari pada membuat hati ini terus dilanda pertanyaan-pertanyaan. Sulit rasanya menerima semua ini hati ini menangis dalam ambang yang tinggi, hati ini sudah tak bisa mengontrol! Namun raga ini berusaha meredam sakit yang entah berujung sampai kapan.

Apakah kau benar benar cinta denganku, ataukah ini hanya sebuah makna yang tak memiliki arti, ataukah kau menganggap ini tanpa kedalaman makna. Bukan logika, namun sekarang aku sudah menggunakan hati yang merupakan pusat kehendak, tak pernah berbohong! Jujur, tulus, realistis!

Memang ini butuh pengertian, kau menuntutku untuk mengerti, tapi aku tak pernah mendapat kejelasan tentang kesendirianmu ! kesendirian yang bagaimana ?!!

Ataukah kau menyimpan sesuatu yang tak kuketahui, terbukalah aku takkan menuntut apa-apa darimu. Hanya keterbukaan dan kejujuran itu sudah cukup. Setelah itu terserah apa kemauan dirimu, setelah itu menjadi hakmu sepenuhnya untuk menentukan sesuatu. Bukan lagi aturan-aturan namun sudah menjadi hak kesendirianmu.

Apakah kau akan terus menyiksaku dalam malam-malam yang dingin, sepi, miris….

Ungkapkanlah dengan gamblang jangan kau tidurkan aku dalam lamunan-lamunan yang panjang nan menyiksa dan jelas menghantui setiap aktivitas-aktivitasku. Jangan jadikan aku korban dalam penantian-penantian yang tak jelas, namuan aku akan siap menjadi korban dalam kepastian suatu ungkapan, bukan bayangan-bayangan yang tak menentu.

Aku sudah lelah dalam pertanyaan-pertanyaan, aku sudah tak sanggup lagi menungu tanpa kepastian. Letih tak ada penghibur diri, namun hanya ayat-ayat Tuhan menyegarkankan hati dan tubuh yang lelah ini. ya! Hanya ayat-ayat Tuhan !

Yun! Aku lebih terampil dikuasai dari pada menguasai……

Maka dari itu ungkapkanlah kepastian! Agar hati ini tak lelah……

Setelah itu aku siap menjadi pecundang yang siap menerima segalanya…..

Yakinlah…percayalah…!

Jangan pernah takut, ungkapkan!

Aku sudah lelah dalam pertanyaan-pertanyaan, aku sudah tak sanggup lagi menungu tanpa kepastian. Letih tak ada penghibur diri, namun hanya ayat-ayat Tuhan menyegarkankan hati dan tubuh yang lelah ini. ya! Hanya ayat-ayat Tuhan !

Yun! Aku lebih terampil dikuasai dari pada menguasai……

Maka dari itu ungkapkanlah kepastian! Agar hati ini tak lelah……

Setelah itu aku siap menjadi pecundang yang siap menerima segalanya…..

Yakinlah…percayalah…!

Jangan pernah takut, ungkapkan!