Mini fiksi, Menjelang Senja ku Berfikir


Q tak pernah menyangka senja itu mengejakku berbicara tentang apa arti senja itu sendiri,aku memaknai senja sebagai akhir sebuah aktifitas manusia dengan segala bentuk masalah dunia yang menyeret mereka untuk selalu tak pernah peduli pada senja. Senja juga tak pernah berharap manusia untuk menyapanya, senja memancarkat hakikat berhentinya perputaran aktivitas manusia.

“Kamu sombong manusia!! Sesombong petir yang selalu memaki langit saat mendung” ucap senja.

“Kenapa bisa demikian??” tanyaku

“Tahukah engkau manusia?!! Engkau telah lalai??!! Kalian picik!! ”

“Aku tidak tahu apa yang kau maksudmu?!”

“Wahai manusia kalian sok tau tentang hidup, apa yang kau bicarakan diwaktu sore saat aku datang menjelang, membicarakan Tuhan!!?? Membicarakan kebenaran!!??”

“Kita hanya berdiskusi senja, apa ada yang salah?!” jawabku

“Apa kamu tidak berfikir wahai manusia, kalian telah lalai dan aku sering peringatkan kepada kalian! ”

“Tentang apa?”

“Apakah kalian tidak sadar diwaktu senja Tuhanku dan Tuhan kalian memperingatkan kita untuk bersujud kepadanya, padahal kalian tahu itu tapi kalian tak mengindahkan!!”