Gubernur Riau Tak Hafal Pancasila


PEKANBARU (RiauInfo) – Ternyata sekarang tidak hanya sebagian murid SD saja yang tidak hafal teks Pancasila, Gubernur Riau sebagai orang nomor satu di provinsi ini juga tak hafal dasar negara itu. Ini terkuak saat memperingati Hari Pahlawan di Halaman Gubernur Riau, Gubri Wan Abubakar yang bertindak sebagai inspektur upacara tidak bisa menyelesaikan pembacaan teks Pancasila itu.

Berita ini menjadi headline Harian Riau Pesisir berjudul “Wan Lupa Sila Pancasila” edisi Selasa (11/11). Harian ini mengatakan dalam upacara tersebut Wan hanya bisa membacakan teks Pancasila hanya sampai pada sila keempat saja. Usai upacara Wan berkilah kejadian itu gara-gara kacamatanya tiba-tiba ada semut merah.

Berita yang sama juga jadi headline Rakyat Riau berjudul “Wan Abubakar Lupa Baca Sila Kelima Pancasila”. Menurut harian ini, kendati ada kesalahan yang cukup fatal, namun upacara memperingati Hari Pahlawan itu tetap berjalan lancar hingga berakhirnya upacara.

Sementara itu Pekanbaru MX berita utamanya hari ini masih tentang aksi mencabulan yang diduga dilakukan oknum polisi terhadap seorang mahasiswi. Kini pelakunya telah ditangkap dan ditahan di sel Uni Pelayanan Pengaduan dan Penindakan Disiplin Poltabes Pekanbaru. Berita berjudul “Cabuli Mahasiswi, Oknum Polisi Disel”.

Berita utama Media Riau hari ini tentang pemberian dana kehormatan bagi para veteran yang akan dicairkan mulai 1 Desember 2008 mendatang. Para veteran akan menerima tunjangan itu sebesar antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per bulan. Berita berjudul “Dibagi Mulai 1 Desember: Tungan Pensiun Veteran”.

Ancaman PHK terhadap para karyawan PT Riaupulp menjadi berita utama Koran Riau hari ini berjudul “PHK Massal Mengancam”. Sehubungan hal itu kemaren manajemen PT Riaupulp bertemu dengan Gubernur Riau Wan Abubakar untuk melaporkan situasi terakhir kondisi industri pulp dan kertas tersebut.

Headline Pekanbaru Pos hari ini mengangkag berita aksi protes yang dilakukan para sopir Angkutan Umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Kantor Gubernur Riau terhadap ulah Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang menyerobot penumpang mereka. Berita berjudul “Mogok, Ratusan Supir Kepung Kantor Gubernur”.

Lain pula halnya Riau Mandiri, hari ini lebih tertarik pada pernyataan Gubernur Riau Wan Abubakar yang berjanji akan meneruskan temuan hasil audit BPKP tentang penyimpangan di proyek K2I dan Riau Airline (RAl). Dia juga menepis anggaran dirinya terkesan sengaja membeberkan hal itu untuk memburukkan citra kepala daerah yang lama. Berita berjudul “Penyimpangan APBD Ditindaklanjuti”.

Tribun Pekanbaru headlinenya hari ini tentang dibekuknya 3 peneror bom, menjelang eksekusi mati Amrozi CS. Ketiga meneror bom itu masing-masing 1 orang berprofesi pedagang sedangkan 2 pengangguran. Berita itu berjudul “Polisi Bekuk 3 Peneroro Bom”.

Pada Hari Pahlawan kemaren, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat kejutan dengan membuat iklan politik, salah satu gambarnya Soeharto disejajarkan dengan para pahlawan lainnya. Alasan pihak PKS, Soeharto yang menjadi presiden RI selama 32 tahun itu sudah berbuat maksimal untuk bangsa ini. Berita menjadi headline Metro Riau berjudul “Soeharto Jadi ‘Pahlawan Bangsa'”.(ad)

http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=11&id=7140

Iklan