Apa Itu Filsafat???


Tulisan-tulisan yang ada mengenai filsafat, definisinya masih tampak beragam. Kata asal bahasa Yunani phylosophia berarti “cinta kepada kearifan” atau “sahabat pengetahuan”. Kata bahasa Yunani phylia, cinta (atau philos, sahabat), dan sophia, (kepiawaian, pengetahuan, atau kearifan). Ada yang membagi filsafat ke dalam dua konsep yang berbeda. Yang satu konsep analitis, konsep penelitian logika, dan yang satu lagi konsep sintetis, konsep ramuan ke kesatuan sistem. Konsep analitis beraspek metafisika, penelitian terhadap pungkas kenyataan, dan epistemologi, konsep tentang asal-mula, keberlakuan dan batas pengetahuan. Konsep sintetis mempunyai aspek etika, studi tentang sifat dan kualifikasi moral, serta estetika, studi tentang nilai keindahan seni.

Bertrand Russel di dalam pengantar bukunya “Sejarah Filsafat Dunia Barat” menyatakan, bahwa filsafat bisa didefinisikan di dalam arti luas dan di dalam arti sempit. Dia yang hanya membatasi diri dengan definisi dalam arti luas, filsafat berada antara teologi dan ilmu. Baginya teologi sampai sekarang belum ada ketuntasannya yang ilmiah. Ilmu yang baginya memerlukan pemecahan rasionil, bukan sesuatu yang otoriter, baik yang bersifat tradisi maupun pewahyuan, apocallypse. Menurut Bertrand Russel, semua pengetahuan yang tuntas tergolong ilmu, sedang teologi tergolong dogma yang berada di luar pengetahuan yang tuntas. Namun antara teologi dan ilmu baginya terdapat “no mansland” (daerah tak bertuan di dalam peperangan), yang bisa dimanfaatkan untuk menyerang kedua belah pihak. Filsafat termasuk ke dalam “no mansland” katanya.

Di dalam arti sempit, filsafat lebih banyak ditampilkan orang sebagai “argumentum ad hominum”, argumentasi subyektif menghadapi orang lain. Di samping ada dampaknya, filsafat pada umumnya berupa juga komplemen penguraian tentang tafsir agama.Tanpa melibatkan diri dengan definisi yang masih berbeda-beda mengenai filsafat. Yaitu filsafat sebagai pandangan dunia menyeluruh.

oleh : Soegiri DS