Maaf…Saya Tak Mudik Tahun Ini


MUDIK dan mudik. Ya, hari-hari belakangan ini kata-kata ini sering dilontarkan banyak orang di negeri ini. Tidak hanya rakyat jelata, tetapi juga pejabat tinggi negeri ini.

Mudik adalah sebuah fenomena yang mungkin cuma ada di negeri ini. Entah kapan pertama kali dimulai? dan siapa yang memulai? Tentu tidak menjadi penting dibicarakan dibandingkan mudik itu sendiri.

Gara-gara mudik inilah. Tidak jarang masyarakat nekat menempuh cara-cara gila dan ujung-ujungnya malah tidak jadi mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga.

http://politikana.com/baca/2010/09/08/maaf-saya-tak-mudik-tahun-ini.html

Lihat sajalah di koran-koran dan televisi. Ada orang yang nekat melakukan kejahatan tidak kriminal gara-gara tidak ada uang untuk mudik. Adapula, karena ingin menghemat uang, mereka nekat mudik dengan mengendarai sepeda motor bersama anak-istri.

Padahal, pemerintah jauh-jauh hari memberikan imbauan agar pemudik jangan mengunakan sepeda motor. Alasannya, rawan kecelakaan. Tentu imbauan ini tidak main-main.

Data resmi dari Ditlantas Mabes Polri menunjukkan bahwa kecelakaan pada Operasi Ketupat 2009 menelan korban sebanyak 1.646 orang, dengan perincian meninggal dunia sebanyak 702 orang, luka berat 859 orang, dan luka ringan 1.697 orang.

Dari data tersebut, jumlah kecelakaan tertinggi dialami oleh pengendara sepeda motor. Angkanya mencapai sekitar 76 persen, sedangkan sisanya terjadi pada pengendara beroda empat.

Nah lho, kalau ini yang terjadi siapa yang mau disalahkan? pemerintah atau pemudik?. Gampang saja kalau mau cari kambing hitam. Tapi, ngomong-ngomong soal mudik.Saya sendiri bukan bagian dari mudik itu sendiri. Padahal saya punya kampung di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Saya tidak mudik tahun ini, karena saya sudah mudik satu bulan sebelumnya. Nah, kalau ceritanya begitu kan saya gak perlu mikirin mudik…mumet!!!

Untuk yang lagi mudik hati-hati di jalan. Hati-hati juga dengan barang-barang bawaan. Semoga selamat sampai tujuan. Dan jangan lupa oleh-olehnya ya.(*)

Iklan