Suara Kiri Bangsa untuk Kemerdekaan belum 100% Republik Indonesia!!



Kebenaran adalah tujuan sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tentang pertentangan sosial yang kerap sering kali terjadi. Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk dapat dijadikan tolak ukur kebenaran itu sendiri. Manusia terkadang melakukan pembenaran dari kesalahan yang ada demi suatu posisi aman dalam menjalankan kepentingannya.

Undang-undang “karet” yang pasti selalu berpihak kepada siapa paling kuat & berkuasa, se akan-akan menjadi hal yang lumrah untuk dipaksakan pada massa rakyat demi kepentingan modal para kaum borjuasi serta kapitalis. Kemiskinan telah menjadi pilihan (yang sebenarnya tidak ada lagi pilihan) bagi mereka yang tidak pernah mengerti akan absurdnya sisitem kapitalisme di muka bumi ini.

Lalu, kemana kemerdekaan itu ? ketika disatu sisi kiri terlalu sering tertindas oleh sistem, tapi disatu sisi kanan lainnya mengambil keuntungan se besar-besarnya dari situasi & kondisi yang terjadi. Sudah jelaslah bahwa makna kemerdekaan itu pada saat ini adalah bagaimana caranya untuk bertahan hidup dengan menjadi serigala atas manusia lainnya (Homo Homini Lupus).

Tidakkah kita sebagai manusia telah diajarkan oleh agama tentang bagaimana caranya membantu yang lemah dengan rasa ikhlas serta tulus tanpa pamrih ? Atau, apakah agama yang kita anut & yakini ini sebagai manusia hanyalah merupakan aksesoris status sosial saja ?

Kemerdekaan itu berarti, semuanya tidak kehilangan sesuatupun atas hak-hak yang harus patut diterima ! Hak untuk dapat bekerja & hidup sejahtera dengan tempat tinggal yang layak, mendapatkan pendidikan formal yang berkualitas, akses kesehatan tanpa kelas, Transportasi umum aman & nyaman serta fasilitas-fasilitas publik lainnya tanpa harus berkeluh kesah ketika menggunakannya. Jika ada pertanyaan tentang bagaimana merealisasikan semua itu, tidaklah sulit. Selama ada kemauan politik untuk memberantas korupsi & kolusi tanpa pandang bulu serta menaikkan pajak setinggi mungkin bagi para pemilik modal demi kepentingan kesetaraan sosial ekonomi proletariat Indonesia. Dan negaralah sebagai regulator untuk segala kebijakan yang dikeluarkan dari rakyat berkuasa.

Saat ini, ketika anda masih diberi kesempatan oleh Tuhan Y.M.E untuk dapat menjelang fajar pagi esok hari, cobalah hirup deru nafas ketidak adilan disekitar kita dalam-dalam. Dan tegaskan pada diri sendiri, “Biarlah kebenaran itu menjadi laksana pedang angkara murka bagi kesalahan yang ada”. Kemudian langkahkan kaki keluar ke tempat dimana kekuasaan penindas berdiri tegak mengangkang dengan segala keangkuhan serta kesombongannya. Katakan dengan lantang kepada mereka yang berkuasa & menindas ! “Cukup ! Hentikan kerakusan serta ketamakan kalian ! Tunduklah kepada kami, kaum revolusioner Indonesia ! Atau kalian harus hancur lebur menjadi abu oleh senjata pamungkas kami,… Kemarahan !!!”.

DIAM TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN !!! Sederhana saja bukan ? Saudara-saudaraku sebangsa & setanah air..

Sumber :http://pojokkiribangsa.blogspot.com

Iklan